Senin, 11 Maret 2019

PERANAN KELUARGA DALAM MEMBINA KENAKALAN REMAJA


Para ahli Antropologi melihat keluarga sebagai suatu kesatuan sosial terkecil yang dipunyai manusia  sebagai mahluk sosial. Pendapat ini didasarkan atas kenyataan bahwa sebuah keluarga  adalah suatu kesatuan keakraban yang juga merupakan satuan tempat tinggal yang ditandai oleh adanya kerjasama ekonomi, dan mempunyai fungsi untuk berkembang biak, mengsosialisasikan atau mendidik anak dan menolong serta melindungi yang lemah, khususnya merawat orang tua mereka yang telah jompo. Dalam bentuk yang dasar, sebuah keluarga terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan dan ditambah lagi dengan anak-anak mereka yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama. Satuan atau kelompok seperti itu dalam antropologi dinamakan sebagai keluarga inti. Suatu keluarga itu pada hakekatnya terbentuk oleh adanya suatu hubungan perkawinan yang berdasarkan atas peraturan perkawinan yang sah, tetapi tidak selamanya keluarga inti terwujud hanya karena disahkan oleh suatu peraturan perkawinan.Suatu keluarga inti dapat juga terwujud karena seorang laki-laki dan perempuan mengadakan hubungan kelamin secara permanen tanpa melalui pengesahan perkawinan dan tinggal bersama dalam satu rumah dengan anak-anak mereka sehingga merupakan suatu kesatuan sosial,hal ini biasa disebut kawin kerbau/kumpul kebo. Keluarga dari segi apapun yang nantinya berperan dalam membina anak-anaknya yang nantinya menjelang dewasa, yang biasa disebut remaja, baik putra maupun putri.
       

Masyarakat umum telah menyadari bahwa “pemuda atau remaja” merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai, hal ini sering lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural daripada pengertian ilmiah misal ”remaja putra dan putri merupakan harapan bangsa remaja pemilik masa depan “yang kesemuanya merupakan beban moral bagi pemuda. Tetapi dilain pihak remaja menghadapi persoalan–persoalan seperti kenakalan remaja, ketidak patuhan terhadap orang tua /guru,kecanduan narkotika, frustasi, masa depan suram, keterbatasan lapangan pekerjaan dan masalah lainya, kesemuanya akibat adanya jurang pemisah antara keinginan dan harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi. 
 
Sosialisasi Keluarga Dan Remaja
Sosialisasi merupakan proses yang membantu individu dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Bagi anak-anak yang masih kecil, situasi disekelilingnya adalah keluarganya sendiri. Gambaran diri mereka merupakan pantulan perhatian yang diberikan oleh keluarga kepada mereka. Persepsi mereka tentang dirinya, dunia dan masyarakat disekelilingnya secara langsung dipengaruhi oleh tindakan dan keyakinan keluarga mereka. Nilai-nilai yang dimiliki oleh individu dan berbagai peran yang diharapkan dilakukan oleh seseorang semuanya berawal dari dalam lingkugan keluarga sendiri.
Melaui proses sosialisasi, remaja (individu) akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan proses sosialisasi ,remaja menjadi tahu bagaimana ia mesti bertindak dan bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Kepribadian seseorang melaui proses Sosialisasi dapat terbentuk, dimana kepribadian itu merupakan suatu komponen pemberi atau penyebab warna dari wujud tingkah laku sosial manusia. Jadi dalam hal ini sosialisasi keluarga dan remaja merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dalam hubungannya dengan sistem sosial. Dalam proses tersebut seorang individu dari masa anak-anak hingga dewasa belajar pola-pola tindakan dalam interaksi beraneka ragam atau macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu khususnya remaja dalam masyarakat yang berbeda, mengalami proses sosialisasi yang berbeda pula, karena proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Jadi sosialisasi dititik beratkan soal individu remaja dalam kelompok melaui pendidikan dan pengembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kemandirian dan kepribadian seseorang. Kedirian sebagai produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain diluar dirinya.
Proses sosialisasi ini terhadap perkembangan remaja tidak berhenti sampai pada keluarga, tetapi ada lembaga lain. Cohen (1983) menyatakan bahwa lembaga-lembaga sosialisasi yang terpenting adalah keluarga, sekolah, kelompok sebaya, dan media masa. Dengan demikian sosialisasi dapat berlangsung secara formal ataupun informal. Secara formal, proses sosialisasi lebih teratur,karena didalamnya disajikan seperangkat ilmu pengetahuan secara teratur dan sistematis serta dilengkapi oleh perangkat norma yang tegas dan harus dipatuhi oleh setiap individu remaja. Proses sosialisasi ini dilakukan secara sadar dan sengaja. Sedangkan informal proses sosialisasi bisa juga terjadi melalui interaksi pergaulan informal. Sosialisasi ini bersifat tidak sengaja, terjadinya ini bila remaja mempelajari pola-pola keterampilan,norma atau prilaku melaui pengamatan informal terhadap interaksi orang lain.
Sosialisasi remaja dimulai umur 15 tahun dalam lingkungan keluarga,tetangga,sekolah dan jalur organisasi formal dan informal untuk berperan sebagai mahluk sosial,mahluk individu bagi remaja ,maka lingkungan untuk proses belajar kebudayaan harus diciptakan suatu kondisi dimana pola-pola tindakan dalam interaksi diikat oleh suatu nilai filsafat suatu bangsa dan agama.Faktor lingkungan bagi remaja dalam proses sosialisasi memegang peranan penting ,karena proses sosialisasi terus berlanjut dengan segala daya imitasi dan identitasnya.Pengalaman demi pengalaman diperoleh remaja dari lingkungan sekelilingnya,lebih-lebih masyarakat peralihan masa muda menjelang dewasa,dimana sering terjadi konflik nilai,wadah pembinaan harus bersifat fleksibel,mampu dan mengerti dalam membina remaja tanpa harus mematikan jiwa mudanya yang penuh dengan vitalitas hidup.
Faktor-Faktor Kenakalan Remaja
Adapun faktor-faktor yang sering terjadi dari munculnya kenakalan seorang remaja :
1. Adanya faktor lingkungan yang menunjang untuk remaja berbuat dan bertingkah laku seperti apa yang ada dilingkungan tempat tinggalnya. Seperti halnya remaja yang tadinya seorang pendiam tidak ugal-ugalan dengan memasuki lingkungan pergaulan remaja yang bebas,yang suka berkelahi,minum-minuman keras,kecanduan narkotika dan seks bebas, seorang remaja tersebut pasti ikut-ikutan, karena masa mudanya tidak ia lewatkan begitu saja. Hal ini terjadi akibat adanya jurang antara keinginan dengan kenyataan yang mereka hadapi.
2. Faktor ekonomi keluarga,dimana remaja yang merasa kekurangan dengan kehidupan yang ia rasakan pada saat sekarang, dimana dilain hal teman-teman sebayanya memiliki fasilitas yang lengkap, yang ia tidak miliki. Hal ini menyebabkan remaja tadi menjadi seorang yang anarkis, terkadang ia harus mempertaruhkan nyawanya demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga banyak bermunculan anak-anak gelandangan, anak jalanan,dan tidak heran muncul pencurian dan penjambretan yang dilakukan oleh remaja.
3. Faktor perhatian orang tua, kebanyakan orang tua yang sibuk,khususnya didaerah perkotaan yang anaknya terbengkalai hanya karena mementingkan pekerjaan dan bisnisnya saja. Sehingga anak mereka yang tumbuh menjadi seorang remaja yang merasa bebas dan merasa diacuhkan,kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, ia akan menjalani hidup juga dengan seenaknya dan bahkan tidak jarang banyak remaja yang mencari perhatian dengan menampakkan kenakalan dirinya.Seperti halnya kecanduan narkotika,dan pergaulan bebas dengan remaja sebayanya.Perhatian orang tua merupakan hal yang mendasar dari remaja untuk tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan.
4. Faktor media masa,dimana media masa dan komunikasi pada era globalisasi merupakan hal yang sangat memporak porandakan moral remaja yang ada di Indonesia.Contohnya kasus akibat dari media masa seperti TV,majalah,koran-koran serta VCD porno dan media lainnya. Dimana media tersebut memuat hal-hah yang bermuatan pornografi,anarkis,peperangan yang mengakibatkan remaja tergiur dan bahkan ikut-ikutan untuk memperagakanya.Dan tidak jarang terdengar banyaknya kasus perkosaan setelah menonton VCD porno,perkelahian akibat menonton sinetron laga dan lainnya. Yang kesemuanya akibat dari media masa.

Masalah-Masalah Yang Dihadapi Remaja
Masa remaja adalah suatu fase dalam siklus kehidupan manusia.Fase ini berproses kearah perkembangan dan perubahan-perubahan yang bersifat tradisional. Dalam proses inilah setiap remaja akan selalu berhadapan dengan tantangan-tantangan baik timbul dari proses pertumbuhan kepribadiannya maupun tantangan yang muncul dari lingkungannya. Faktor lingkungan mempengaruhi proses pendewasaan yang berpangkal tolak dari lingkungan keluarga dan kemudian lingkungan masyarakat. Perubahan sosial budaya yang muncul yang bergerak cepat dalam abad modern ini sebagai akibat kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan,diikuti oleh masalah peledakan penduduk dan berbagai krisis dunia dalam bidang ekonomi,moneter,energi dan lain-lain serta proses pembangunan nasional yang juga meliputi bidang ekonomi,politik,sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan telah mempengaruhi masyarakat secara mendasar, dan dirasakan oleh generasi muda sebagai masalah yang langsung menyangkut kepentingannya.Masalah masa kini pada hakekatnya sebagai landasan yang akan dihadapi dimasa depan yang pada gilirannya akan memberikan implikasi-implikasi dalam proses perkembangan dan pendewasaan generasi remaja. Dengan demikian maka masalah generasi remaja sebenarnya tidak terpisah dari masyarakat pada umumnya, sebab generasi remaja pada hakekatnya suatu bagian yang berkesinambungan dengan masyarakat Disamping hal-hal diatas, juga perbedaan latar belakang keagamaan,kepercayaan,kebudayaan,kota dan desa.Kekurangan serasian ini sebenarnya sering tidak terlalu fundamental sifatnya,namun jika pendapatnya tidak bersifat edukatif-persuatif akan dapat merugikan individu dan masyarakat.Individu remaja yang berbeda-beda itu perlu dibimbing agar memahami terlebih dahulu hal-hal yang menimbulkan perbedaan-perbedaan itu.Kemudian diajak untuk lebih berjiwa besar atau berlapang dada terhadap perbedaan-perbedaan itu dan toleransi terhadap perbedaan itu.

Peran Keluarga Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja
Penanggulangan masalah-masalah tersebut diatas memerlukan usaha-usaha secara terpadu,terarah dan terencana dari keluarga.Belum dilihat secara menyeluruh potensi yang ada ini menyebabkan penyelesaian masalah tersebut berjalan secepat yang diinginkan. Keluarga sangat berperan penting dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh remaja,khususnya masalah kenakalan remaja baik itu berupa perkelahian remaja,penyalahgunaan narkotika ,seks bebas dan lainnya.keluarga juga dituntut untuk membina dan menjaga agar para remaja tidak terlena dan tergiur oleh perkembangan zaman dan teknologi,sebab mengapa karena keluarga merupakan titik awal dari remaja untuk menumbuhkan sikap dan tingkah lakunya serta kepribadian kehidupannya.Dengan masalah yang ada keluarga dapat berperan membina remaja tersebut dari kenakalan-kenakalannya.Adapun peranan keluarga tersebut antara lain ;
- Mendidik dan mendoktrin remaja tersebut mulai dari kanak-kanak dengan bimbingan dasar agama yang kuat dan sopan santun serta tata krama yang sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakat dan keluarga.
- Memberi kan perhatian yang lebih terhadap remaja atau anaknya agar tidak selalu ikut-ikutan dengan lingkungan diluar keluarga yang nantinya merugikan mereka.
- Memberikan pendidikan formal yang nantinya menunjang bakatnya untuk terjun ke masyarakat.
- Membimbing remaja dengan senantiasa memberikan pengertian bahwa yang mana yang benar dan yang mana yang salah ,yang harus diikuti dan yang mana yang harus dijauhi.
- Memberikan fasilitas yang ia butuhkan yang sekirannya perlu dan yang terpenting tentunya dan bukan yang tidak terlalu diperlukan.
- Memberikan kebebasan dalam menentukan keinginannya dalam koridor tertentu yang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar